Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 di Aula Rajabasa, Kantor Bupati, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian sekaligus merumuskan langkah strategis percepatan penurunan stunting.
Forum tersebut dihadiri jajaran pejabat utama dan kepala perangkat daerah, perwakilan Forkopimda, camat, instansi vertikal, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), forum CSR, serta unsur terkait lainnya.
Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, selaku Ketua Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S), menegaskan bahwa Pra Musrenbang Tematik bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis untuk memastikan intervensi berjalan tepat sasaran dan berdampak nyata.
“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah ke depan,” ujarnya.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Lampung Selatan tercatat sebesar 10,4 persen, atau naik 0,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 10,3 persen. Meski kenaikan relatif kecil, pemerintah daerah menilai hal tersebut menjadi pengingat agar upaya percepatan tidak kendor.
Dalam forum tersebut dibahas tiga tujuan utama, yakni evaluasi kinerja perangkat daerah, penyusunan usulan program intervensi, serta penguatan komitmen bersama dalam pelaksanaan program penurunan stunting secara terintegrasi.
Untuk perencanaan 2026 menuju 2027, Pemkab Lampung Selatan menetapkan empat strategi utama. Pertama, penguatan basis data keluarga berisiko stunting. Kedua, penajaman lokus desa dan kelurahan prioritas. Ketiga, sinkronisasi program lintas perangkat daerah agar lebih efektif dan efisien. Keempat, penguatan monitoring dan evaluasi berbasis indikator yang terukur.
Wabup Syaiful juga mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, kader pembangunan manusia, PKK, tenaga kesehatan, tokoh agama dan masyarakat, hingga dunia usaha melalui CSR serta media, untuk bersama-sama mempercepat penurunan stunting.
“Penurunan stunting adalah tanggung jawab bersama. Kerja kolaboratif dan konsistensi menjadi kunci agar tren angka stunting terus menurun setiap tahun,” tegasnya.